Wilayah Laut Natuna Ingin Direbut China, Jokowi Tak Terima

Wilayah Laut Natuna Ingin Direbut China, Jokowi Tak Terima

Istana meyakinkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya sikap tegas memberikan respon klaim China di perairan laut Natuna. Usaha perlakuan klaim China di Natuna dilaksanakan dengan diplomasi damai.

“Berdasar pada petunjuk Presiden, pemerintah Indonesia punya sikap tegas juga sekaligus mendahulukan upaya diplomatik damai dalam mengatasi perseteruan di perairan Natuna,” kata jubir Presiden, Fadjroel Rachman, terhadap wartawan, Sabtu (4/1/2020) .

Fadjroel terus mengambil pengakuan Jokowi bab sikap berkaitan klaim 90 bola China atas Natuna.

“Tak ada kompromi dalam membela kedaulatan Indonesia’, tegas Presiden Jokowi,” kata Fadjroel mengambil Jokowi.

Awal mulanya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ambil sikap menindaklanjuti perkara klaim Natuna oleh China dengan pendekatan damai. Jalan damai ini disebut yaitu prinsip pertahanan.

“Sama dengan prinsip diplomasi seribu kawan sangat sedikit, satu musuh kebanyakan serta prinsip pertahanan kita yang defensif bukan ofensif. Karenanya penyelesaian soal senantiasa mendahulukan usaha ke dua prinsip di atas. Karenanya beberapa langkah damai mesti selalu didahulukan,” kata Staf Privat Sektor Komunikasi Publik serta Interaksi Antar-Lembaga Menhan RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Sabtu (4/1) .

Daftar Pembalap MotoGP Paling Baik Satu Dekade: Rossi Tidak Masuk 5 Besar

Dahnil memperjelas, langkah damai bukan bermakna tak punya sikap tegas. Langkah damai disebut yaitu arah diplomasi.

Indonesia udah menyatakan klaim China berseberangan dengan hukum internasional yang resmi. Namun China terus merasa perairan Laut Natuna sisi dari negaranya.

Indonesia berpedoman pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) . Pada 2016, pengadilan internasional terkait Laut China Selatan menjelaskan klaim 9 Garis Putus-putus jadi batas teritorial laut Negeri Korden Bambu itu tak miliki basic historis.

“Faksi China dengan cara tegas menantang negara mana lantas, organisasi, atau individu yang memanfaatkan arbitrasi tak resmi buat memberikan kerugian keperluan China, ” kata jubir Menteri Luar Negeri Republik Rakyat China, Geng Shuang, dalam info wartawan reguler, 2 Januari 2020, ditulis dari situs Kementerian Luar Negeri RRC, Jumat (3/1) .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *