Pelatih Vietnam Tak Terima Medali Emas Karena Ini..

Pelatih Vietnam Tak Terima Medali Emas Karena Ini..

Keberhasilan Vietnam merampas medali emas dari cabang olahraga sepak bola putra di SEA Games 2019 masih tersisa narasi. Cerita menarik hadir dari sang pelatih, Park Hang-seo.

Sudah diketahui, pelatih dari Korea Selatan itu mendapatkan kartu merah dari wasit waktu pertengahan set ke-2. Asisten pelatih Tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2002 itu dipandang melayangkan protes terlalu berlebih karena sedih dengan kapasitas pengadil.

Kartu merah itu sempat jadi pembicaraan hangat. Reaksi sang pelatih sesudah diusir wasit asal Arab Saudi itu ramai diulas. Ditambah lagi, itu menjadi riwayat baru, yaitu selama final di SEA Games, ada pelatih yang dikartu merah oleh wasit.

Tetapi, bukan itu yang akhir-akhir ini dibicarakan, tetapi penampikan Park Hang-seo terima medali emas SEA Games 2019.

Narasi bermula waktu pelatih berumur 60 tahun itu tidak kelihatan antara team Vietnam dalam acara pengalungan medali emas untuk juara sesudah partai final kontra Tim nasional Indonesia U-22 di Stadion Rizal Memorial, Manila (10/12/2019).

Park Hang-seo baru kelihatan kembali sesudah acara itu usai. Saat itu beberapa ofisial team berusaha memberi medali emas SEA Games 2019 dengan mengalungkan kepingan medali itu ke Park. Cuma, Park menampik mendapatkan kalungan medali emas.

Dia menampik terima medali emas SEA Games 2019 yang diraih dengan jerih payah itu.

Vietnam Disebutkan Jebak Indonesia Di Final SEA Games 2019

Thoi Dai menulis, ada fakta spesial dibalik penampikan itu. Hal itu berkaitan jumlahnya kepingan medali emas yang disediakan panpel SEA Games 2019 (PHISGOC) cuma sejumlah 25 saja. Seharusnya, itu memenuhi bila merujuk paket pemain tiap team cuma 20 orang.

Tetapi, di team Vietnam ada keseluruhan 30, terhitung team pelatih serta ofisial, hingga jumlahnya medali emas itu tidak memenuhi.

Park Hang-seo yang mengerti begitu emosionalnya perolehan prestasi juara di SEA Games, yang telah ditunggu Vietnam sepanjang 60 tahun lamanya, “mengalah” alias merelakan medali emas itu untuk lainnya dalam team Vietnam.

Dia mengerti ada lainnya, yang lebih inginkan kepingan medali emas itu bersejarah itu untuk jadikan kenangan.

Sikap rendah hati yang dipertunjukkan Park Hang-seo ini semakin membuat Vietnam kesengsem berat kepadanya. Belum juga, semenjak kehadirannya dua tahun kemarin, dia telah memberi beberapa gelar dan perolehan berprestise bersama dengan Tim nasional Vietnam senior serta level U-22/U-23.

Sekarang, pencinta sepak bola Vietnam menunggu kembali tangan dingin Park Hang-seo untuk bawa Tim nasional Vietnam U-23 ke Olimpiade 2020 dengan finish tiga besar di Piala AFC U-23 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *